Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

17 Aug 2019

DIY Raih Juara Pustakawan Berpretasi Terbaik Nasional 2019

Tugu Tani, Jakarta-Setelah melalui serangkaian tes kognitif, wawancara, dan presentasi, pustakawan asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Arda Putri Winata, terpilih sebagai pustakawan terbaik Nasional 2019, pada Sabtu, (17/8). Penghargaan diberikan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakan Perpustakan Nasional, Woro Titi Haryanti.

Putri berhasil membawa hadiah uang prestasi senilai Rp 20 juta. Wanita mungil ini berhasil mengungguli Novita Dwi Anayati, pustakawan asal Jawa Timur, dan Dian Arya Susanti, pustakawan asal Jawa Barat, yang mendapat predikat dua dan tiga terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Woro Titi, mengatakan era saat ini sulit ditebak. Pengetahuan berkembang sangat cepat. Perpustakaan lah yang mampu menghubungkan antara kemajuan peradaban dengan masyarakat.

Agar tetap relevan dengan masa depan perpustakan harus bertransformasi.

"Diperlukan perpustakan yang inklusi. Yang peka terhadap kebutuhan masyarakat," jelas Woro Titi.

Perpustakan yang inklusi adalah perpustakan yang dekat dengan masyarakat. Inklusi tidak hanya berlaku bagi perpustakan umum tapi juga bisa dipraktekkan pada perpustakaan khusus maupun sekolah.

Inklusi adalah pendekatan sosial agar perpustakan mampu bersahabat dan dekat dengan pemustaka.

Peran pustakawan terus berkembang. Jika 10 tahun lalu terbatas hanya di lingkup ruang kerja yang statis. Namun, perubahan jaman mengharuskan pustakawan melakukan transformasi (perubahan) agar tidak ditinggal pemustaka.

"Pustakawan harus kreatif, pandai bersinergi, dan berpikir out of the box," tambah Deputi 2 Perpusnas.

Peran tokoh adat, agama, juga harus dimaksimalkan agar kebermanfaatan perpustakan menjadi luas. Perpustakaan bukan lagi sekedar menyimpan dan melayankan koleksi tapi bisa menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang.

Lomba Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional diikuti sebanyak 29 pustakawan berprestasi yang mewakili provinsi. Selain mengikuti berbagai ujian mereka juga mengikuti serangkaian acara mulai dari mendengarkan pidato sidang Paripurna MPR/DPR, melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan menghadiri detik-detik upacara kemerdekaan di istana, kunjungan ke pusat data dan informasi Tempo grup, serta wisata edukasi ke museum.

 

Reportase: Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2019-08-21 13:59:39)

Berita Lainnya

Berita - 21 Sep 2019


Pramuka Harus Cakap Membaca