Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

23 Jul 2019

Generasi Milenial Dan Literasi Sejarah Bung Karno

Generasi Milenial Dan Literasi Sejarah Bung Karno

Palangkaraya, Kalteng—Roadshow literasi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno berlanjut ke bumi Borneo. Kali ini Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi tujuan internalisasi pemikiran Bung Karno. Sebanyak 300 generasi muda atau yang akrab disebut milenial tumpah ruah memenuhi auditorium Bappeda Prov Kalteng, Selsa, (23/7). 

Narasumber dalam kesempatan tersebut, antara lain staf Gubernur Kalteng, Yuel Tanggara, Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Janti Suksmarini, budayawan, Norsani Darlan, dan pustakawan utama Kalteng, Dambler Liwan.

Membuka seminar, Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, mengatakan generasi milenial adalah aset masa depan bangsa. Dengan memahami literasi sejarah, diharapkan generasi muda mampu mengenal sosok The Founding Fathers-nya Indonesia, salah satunya Bung Karno.

"Saya mengapresiasi atas sinergi yang dibangun Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah dalam menginternalisasikan pemikiran-pemikiran dan nasionalisme Bung Karno kepada generasi milenial Kalteng ini," ujarnya.

Gubernur Kalteng juga mengungkapkan bahwa Bung Karno dan Kota Palangkaraya mempunyai keterikatan batin yang kuat. Secara psikologis, berdirinya ibukota Palangkaraya ini adalah berkat tangan dingin Bung Karno. Peristiwa bersejarah pada 17 Juli 1957, Soekarno melakukan pemancangan tiang pertama Kota Palangkaraya sebagai menjadi ibukota Kalimantan Tengah. “Tiang itu kini menjadi saksi sejarah yang kami bangun menjadi Tugu Bung Karno,” imbuh Gubernur Soegianto.

Bung Karno adalah seorang yang nasionalis dan idealis. Mengajak setiap anak bangsa bertanggungjawab meneruskan perjuangan dan pembangunan. Di hadapan para milenial, Gubernur berpesan untuk selalu meningkatkan literasi dengan mengunjungi dan memberdayakan perpustakaan dimanapun berada. Masyarakat juga harus cerdas dalam memilih dan memilah informasi sehingga tidak terjebak kepada informasi yang menyesatkan dan memecah belah persatuan dan kesatuan. “Tetap semangat belajar demi meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Janti Suksmarini, mengatakan literasi sejarah bagi generasi masa kini sangat penting, karena dari sejarah masyarakat bisa mengenal perjuangan para tokoh bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Bung Karno telah meninggalkan banyak catatan-catatan penting berupa pemikiran-pemikiran tentang nasionalisme yang sampai hari ini masih dijalankan, diantaranya Pancasila dan Revolusi Mental yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

"Perpustakaan Bung Karno mengajak generasi milenial untuk menapaki sejarah melalui literasi sejarah Bung Karno yang bisa dihayati dan dimaknai.  Perjuangan itu butuh pengorbanan yang luar biasa sehingga negara bisa bersatu," ucapnya.

Sedangkan budayawan Norsani Darlan mengajak generasi muda Kalteng, khususnya Palangkaraya agar terus belajar sejarah karena kemajuan yang dicapai Indonesia adalah berkat peninggalan para pejuang sehingga Indonesia maju dan masih bersatu. "Jangan pernah sekali-sekali meninggalkan sejarah. Itu salah satu wasiat Bung Karno yang menjadi pegangan dalam mempelajari sejarah," ujarnya.

Pustakawan Utama, Dambler Liwan, juga berpendapat bahwa mengajak generasi muda harus bijak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. "Anak-anak muda harus efektif menggunakan gadgetnya untuk belajar yang positif. Kecanggihan IT bisa dipakai untuk memberdayakan perpustakaan digital maupun perpustakaan online yang sudah difasilitasi oleh perpustakaan, termasuk Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Proklamator Bung Karno," ungkapnya

Reportase: agussutoyo

 

 

 

.



Diunggah oleh admin (2019-07-31 09:42:30)