|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

07 Jul 2019

Pustakawan Berkarya Berbagi Pengetahuan untuk Kesejahteraan

Batam, Kep. Riau--Ikatan Pustakawan Indonesia Kembali menggelar Rapat Kerja Pusat XXII dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) di Batam, 7-10 Juli 2019. Raker Pusat XXII kali ini mengambil tema “Pustakawan Berkarya Berbagi Pengetahuan untuk Kesejahteraan” dan bertepatan dengan hari lahirnya Ikatan Pustakawan Indonesia 46 tahun yang lalu.

Narasumber yang mengisi Raker Pusat XXII dan Seminar Ilmiah ini adalah Wagub Jawa Timur Emil Dardak, Kepala Perpustakaan Nasional Singapura Tan Huism, wakil presiden Frankfurt Book Fair Claudia Kaiser, dan Joko Santoso dari Perpustakaan Nasional.

Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Kepri yang diwakili oleh Sekda Provinsi Kepri, Arif Fadilah. Dalam sambutannya, Arif menyatakan bahwa peningkatan kualitas perpustakaan merupakan bentuk dukungan untuk mewujudkan cita-cita dalam pembukaan undang-undang dasar yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepri sendiri dikenal memiliki peradaban tinggi dalam bidang literasi sejak dahulu melalui Raja Ali Haji yang menghasilkan Gurindam Dua Belas dan sebagai dasar dari bahasa Indonesia yang kita gunakan dewasa ini. Selain itu, ada juga Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi sebagai pendiri perpustakaan di pulau Penyengat dan percetakan untuk menggerakkan gairah penulis di sekitar Kepri.

“Perpustakaan yang dimiliki oleh Indonesia sebanyak 164 ribuan sebagai jantung pengetahuan, menjadi tantangan bagi Ikatan Pustakawan Indonesia dalam mengelola pustakawannya agar dapat menunjukkan keprofesionalismenya dalam mengelola dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Tengku Syamsul Bahri, Ketua Umum IPI periode 2018-2021, dalam sambutannya.

Hal senada disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional yang menyatakan bahwa profesi pustakawan menjadi mulia bila dapat menyediakan informasi bagi masyarakat. Selain itu, ada tiga hegemoni dunia, yaitu hegemoni militer, SDM, teknologi, yang semuanya berasal dari peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari membaca. Hal ini membuat paradigma perpustakaan harus berubah agar lebih menjangkau masyarakat. Dengan kata lain, paradigma perpustakaan sekarang adalah akses perpustakaan dijadikan sebagai  skala prioritas. 

Pembukaan Rakerpus XXII dan Seminar Ilmiah Nasional diakhiri oleh keynote speech oleh Emil Dardak, wakil gubernur Jawa Timur. Selain itu, Raker menyepakati lokasi pelaksanaan Rakerpus tahun depan di Bali.

 

Reportase: Elsa Tuasamu

Fotografer: Radhitya Purnama



Diunggah oleh admin (2019-07-11 14:38:23)