Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

21 Jun 2019

Layanan Perpustakaan di Daerah Bisa Adaptasi Keberhasilan Perpusnas

Salemba, Jakarta-Kurangnya koleksi buku di perpustakaan menyebabkan minimnya antusiasme masyarakat mengunjungi perpustakaan. “Koleksinya kurang variatif dan kurang menarik sehingga anak-anak kurang rajin ke perpustakaan,” ungkap Sekretaris Komisi A DPRD Kab. Langkat, Rahmanuddin Rangkuti, saat melakukan kunjungan kerja ke Perpusnas, Jumat, (21/6).


Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso, mengatakan, bahwa Kab. Langkat telah tercatat sebagai salah satu yang mengajukan usulan untuk bantuan bahan koleksi dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk tahun 2020.
“Memang idealnya jumlah buku sama dengan dua kali lipat jumlah penduduk. Tinggal menghitung sesuai masing-masing daerah,” jelas Joko Santoso.


Di saat yang bersamaan, keluhan juga diutarakan Komisi I DPRD Kota Manado, Jimmy Sangkay. Ia mengatakan fasilitas yang dimiliki perpustakaan Kota Manado belum memadai sehingga DPRD Kota Manado berharap Perpusnas bisa membangun perpustakaan digital. Sama seperti yang dimiliki Perpustakaan Nasional.
“Minat baca di Kota Manado kami rasa sudah tinggi. Tapi memang sarana yang ada kurang mendukung hal itu,” terangnya.


Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas, Dedi Kurniadi, bahwa perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah dan legislatif untuk membangun perpustakaan.
“Kota Manado juga sudah mengajukan DAK di tahun 2020 untuk pembangunan gedung. Kami harapkan semua persyaratannya dapat segera dipenuhi,” jelasnya.


Sedangkan, Kepala Pusat Jasa dan Informasi, Teguh Purwanto, juga mengharapkan perpustakaan daerah dapat mencontoh Perpustakaan Nasional. “
“Kami berharap Perpusnas bisa menjadi contoh bagi daerah dalam membangun perpustakaan. Terutama koleksi yang sekarang tidak hanya fisik saja tapi sudah ada yang digital,” pungkasnya.


Reportase : Eka Purniawati


Fotografer : Raden Radityo



Diunggah oleh admin (2019-06-21 16:31:19)