|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

25 May 2019

Perpustakaan Berbasis Entrepreneurs Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lumajang, Jawa Timur – “Perpustakaan harus menjangkau masyarakat melalui perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Muhammad Syarif Bando dalam acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca yang diselenggarakan di Auditorium Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lumajang, Sabtu (25/5). Kepala Perpustakaan Nasional menekankan peran pustakawan untuk transfer knowledge dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca masyarakat sehingga memiliki ketrampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terwujud melalui program Pemerintah Provinsi  JawaTimur dalam mengembangkan perpustakaan berbasis entrepreneurs sehingga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Syarif memaparkan, saat ini perpustakaan menjadi salah satu prioritas nasional dalam mendukung pembangunan manusia. “Perpustakaan harus dapat meningkatkan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Lumajang baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Kemudian melalui buku-buku ilmu terapan yang tersedia di perpustakaan dapat mengubah seseorang yang tadinya miskin menjadi sejahtera dengan pertumbuhan ekonomi yang terukur,” ujarnya. Kepala Perpusnas dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi Perpustakaan Desa Tunas Bangsa desa Pandanwangi Kabupaten Lumajang dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal dengan menjadikan pelepah pisang menjadi keripik, pembuatan aneka kerajinan tangan bahkan pengolahan pasir besi menjadi bahan baku baja yang semuanya didapat dari buku di perpustakaan.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq sepakat dengan yag disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional mengenai transfer knowledge. Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq tersebut mendorong pemimpin-pemimpin muda untuk melakukan inovasi melalui sebuah langkah yang nyata. “Keberhasilan seorang pemimpin untuk menuangkan inovasi kedalam kondisi realitas adalah melalui transfer literasi atau yang disebut Kaperpusnas sebagai transfer knowledge,” terang Cak Thoriq. Melalui transfer literasi terjadi percepatan-percepatan pola pikir yang semuanya didapat dengan membaca buku. “Jangan berharap membuat kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa dukungan literasi,” jelasnya.

Anggota Komisi X DPR RI Ayub Khan dalam penjelasannya sebagai narasumber gelar wicara Safari, sangat mendukung program-program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memberdayakan perpustakaan. Ayub selama ini bahkan membantu perpustakaan ataupun komunitas di Kabupaten Lumajang melalui bantuan koleksi buku, bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional. “Saya berharap program pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat membantu rehabilitasi gedung perpustakaan Kabupaten Lumajang ataupun terkait pengembangan koleksinya,” terangnya. Cak Thoriq dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan perpustakaan melalui rehabilitasi gedung perpustakaan yang saat ini merupakan bangunan cagar budaya sehingga masyarakat nyaman untuk datang membaca buku ataupun mengenang sejarah masa lalu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Abdul Hamid juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengoptimalkan perpustakaan desa yang berbasis entrepreneurs. Abdul Hamid juga meminta kepala perpustakaan kabupaten/kota untuk meriset betul buku-buku yang dibutuhkan sesuai dengan karakteristik daerah setempat. Hamid mencontohkan keberhasilan perpustakaan di Banyuwangi dalam mensejahterakan masyarakat dengan membuat buku tentang pembibitan ikan lele dimana komposisi bukunya 40% adalah tulisan selebihnya yang 60% berupa gambar agar mudah dipahami dan menarik. “Yang membanggakan dengan modal tujuh juta rupiah untuk bibit ikan lele setiap bulannya masyarakat dapat meraup untung sebesar empat juta rupiah,”jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lumajang Kustiati menjelaskan setiap desa di Kabupaten Lumajang memiliki perpustakaan dengan koleksi minimal 1.500 eksemplar. Perpustakaan desa desa Sukosari di Kabupaten Lumajang juga mendapat prestasi juara harapan dua untuk wilayah Jawa Timur. Inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lumajang dengan mengadakan dongeng remaja anak keliling dengan berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan menghidupkan perpustakaan melalui pemberdayaan ibu-ibu seperti kegiatan menjahit, membordir, membuat kerajinan manik-manik dan lainnya. Rangkaian Safari ditutup dengan mengunjungi perpustakaan desa Tunas Bangsa , desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh dan Koperasi Wanita Sekarwangi dan meninjau secara langsung pengolahan pelepah pisang menjadi kripik dan angkringan yang dikelola oleh pemuda setempat.

 

Reportase : Agus Djoko dan Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2019-05-27 12:25:50)