Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

25 Apr 2019

Peringati Hari Kartini, Perpusnas Bersama Ibu Guru Kembar Gelar Workshop Membatik

 
Medan Merdeka Selatan, Jakarta-Untuk memotivasi generasi muda serta melestarikan warisan budaya batik,  Perpustakaan Nasional bersama Sekolah Darurat Kartini asuhan ibu guru kembar Rossy dan Rian menggelar Workshop Membatik di Ruang Budaya Nusantara lantai 24 Perpusnas di Jalan Merdeka Selatan, Kamis (25/4).
 
Rossy, sapaan akrab Sri Rossiyati mengatakan pelatihan membatik ini diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah dan profesi. Workshop ini sengaja digelar untuk melestarikan batik yang merupakan warisan budaya Indonesia. Selain itu juga mengajak serta memotivasi generasi muda agar mengetahui cara membuat batik, mulai dari menggambar motif, mencanting, hingga proses pewarnaan. 
 
"Kami memiliki niat yang sama dengan Perpusnas. Menginginkan agar generasi muda tidak hanya sekedar membeli batik, tapi juga tahu cara membuat batik. Sehingga mereka bisa terus melestarikan batik," kata salah satu ibu kembar, Rossy.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Koleksi Umum Perpusnas, Agus Sutoyo, mengatakan kegiatan ini bagian dari peran Perpustakaan Nasional berbasis inklusi sosial. Dengan belajar membatik ini diharapkan masyarakat umum, khususnya kaum perempuan memiliki kemampuan membuat batik yang diharapkan dapat melestarikan keberadaan batik. 
 
"Batik merupakan wajah negeri Indonesia. Lewat batik dunia mengenal Indonesia. Maka dari itu, masyarakat wajib melestarikan batik, salah satunya dengan belajar membatik. Dengan cara ini, diharapkan batik bisa terus terjaga dan diwariskan hingga ke anak cucu, " ujar Agus Sutoyo.
 
Dalam suatu sesi workshop, kedua ibu guru kembar mengajarkan tentang proses pembuatan batik. Di mulai dari menggambar motif di kain mori dengan memakai pensil, dilanjutkan proses pencantingan menggunakan malam, lalu proses pencelupan ke dalam cairan pewarna kain, dan terakhir proses nglorot atau pelepasan malam.
 
"Proses membatik ini memakan waktu cukup lama. Satu kain bisa memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan pengerjaan," jelasnya.
 
Selain mengadakan kelas belajar membatik, rangkaian acara peringatan Hari Kartini turut dimeriahkan oleh perlombaan peragaan busana batik cilik oleh siswa-siswi Sekolah Darurat Kartini.
 
Workshop yang diadakan Perpusnas merupakan agenda rutin sepanjang tahun 2019. Setiap bulan, Perpusnas menggelar dua agenda workshop yang berbeda dengan nara sumber yang berkompeten di bidangnya dan tidak berbayar (gratis).
 
 
 
 
Reportase : Wara Merdekawati
Fotografer: Hartoyo Darmawan


Diunggah oleh admin (2019-04-26 09:54:30)