|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

30 Nov -0001

Rakorda Perpustakaan Sulsel : Gubernur Sulsel Janjikan Perpustakaan yang Representatif di Seluruh Kab/Kota

Makassar, Sulsel—Era digital memaksa perpustakaan harus berbenah penampilan agar lebih menarik masyarakat. Oleh karena itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menargetkan pembangunan perpustakaan yang representatif di seluruh kabupaten/kota provinsi Sulawesi Selatan secara bertahap. Hal tesebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, Sabtu, (20/10).

“Selama ini prioritas perpustakaan kerap menjadi yang paling akhir. Padahal upaya mencerdaskan anak bangsa bukan sekadar belajar tapi juga membaca. Era digital memang nyaris membuat mati semua sektor kehidupan. Teknologi membuat semuanya terlihat mudah. Dan jika tidak mengikuti perkembangan, dipastikan akan mudah dilibas zaman,” ujar Gubernur Nurdin dihadapan seluruh DInas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Gubernur menginginkan nantinya semua perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan di tiap kabupaten/kota berlokasi di tempat yang strategis, misalnya di ruang publik (taman). Gubernur Nurdin lantas menceritakan pengalamannya semasa menjadi Bupati Bantaeng dimana perpustakaan justri tumbuh berkembang hasil inisiatif sekumpulan anak muda. “Jadi, sebenarnya ini hanya persoalan inovasi.”

Globalisasi menuntut adanya persaingan yang ketat dan keterbukaan informasi. Masyarakat tidak boleh tidak tahu terhadap pembangunan, apalagi jika berkaitan dengan pelayanan publik. Jangan lagi ada sekat informasi. Publik harus tahu program pembangunan yang sedang berjalan. Mewadahi hal tersebut Pemprov Sulsel sudah meluncurkan Pusat Pengaduan Masyarakat berbasis digital. Itu hanya contoh kecil yang bisa dilakukan dan dikembangkan oleh kabupaten/kota.

Pun dengan perpustakaan. Dinas perpustakaan bisa menggandeng perusahaan multi nasional maupun yang pihak swasta lainnya lewat dana CSR demi mengembangkan perpustakaan menjadi lebih kreatif dan representatif. Caranya, pangkas birokrasi dan hadirkan kesetiaan. Selama ada kemauan, pasti disitu ada jalan. Perpustakaan daerah harus jadi unggulan. Anggaran pendidikan dibuat sepaket dengan perpustakaan. Jika semua bergerak, maka perpustakaan Sulawesi Selatan akan menjadi model di Indonesia.

Menanggapi niat mulia Gubernur, Perpustakaan Nasional menyatakan siap membantu. Dana alokasi khusus (DAK) untuk pengembangan perpustakaan kabupaten/kota sudah disiapkan Perpusnas. “Namun, seberapa jauh Dinas Perpustakaan memahami ruang lingkup perpustakaan yang sesuai tren zaman juga mutlak diperlukan. Jangan merasa minder jika berbicara tentang perpustakaan karena perpustakaan adalah institusi peradaban yang menghubungkan ilmu pengetahuan di masa lalu, saat ini dan di masa yang akan datang,” pesan Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Dunia saat ini memasuki era Revolusi Industri 4.0. Banyak kemudahan yang diciptakan. Dunia sudah diibaratkan berada dalam genggaman. Tapi, tidak berarti apapun jika tidak diimbangi dengan kemampuan membaca. Kegemaran membaca akan mendorong pertumbuhan literasi. Semakin banyak yang dibaca akan semakin banyak dunia yang dikenal. Pemahaman terhadap perkembangan yang terjadi bisa lebih mudah. Salah satu manfaat perpustakaan adalah mempertemukan orang dengan bahan bacaan yang dibutuhkan, ucap Muhammad Syarif.

 

Reportase : Hartoyo Darmawan

 

 

 

 

 

 



Diunggah oleh admin (2018-10-22 07:34:09)