|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

31 Oct 2017

Peringati Dharma Karyadika 2017 : Menteri Hukum dan HAM Jalin Nota Kesepahaman Dengan Perpusnas

Kuningan, Jakarta — Sebagai manusia yang berpikir, manusia senantiasa belajar dan memperluas ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, berolah rasa, dan memperbaiki perilaku. Membaca adalah salah satu cara yang mudah dan murah yang bisa dilakukan seluruh lapisan masyarakat untuk meng-up grade pengetahuannya.

Membaca dan menulis adalah perpaduan aktivitas yang sangat memungkinkan dilakukan dalam kondisi apapun. Kebiasaan membaca dan menulis akan menjadikan kita sebagai orang yang cerdas dan bermanfaat. Budaya baca dan menulis ini yang coba ditumbuhkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kementerian Hukum dan HAM. Ketersediaan koleksi bahan bacaan di perpustakaan Rumah Tahanan Negara (Rutan), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), perlu diperbanyak dan dibuat bervariasi.

Hal tersebut dijelaskan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly saat peringatan Hari Dharma Karyadika 2017, Hari Jadi Kementerian Hukum dan HAM, di Jakarta, Senin, (30/10). Pada kesempatan yang sama Kemenkumham menjalin Nota Kesepahaman dengan Perpustakaan Nasional, Kompas Gramedia, PT Pos Indonesia (Persero), Pustaka Bergerak, dan Forum Lingkar Pena (FLP), tentang peningkatan budaya membaca dan menulis baga tahanan, anak, narapidana, dan klien pemasyarakatan.

“Mereka adalah bagian dari warga negara yang tetap mempunyai hak memperoleh dan memperluas pengetahuannya meskipun dalam belenggu terali besi,” ujarnya. Menteri Yasonna pun meminta kepada seluruh satuan kerja Kemenkumham untuk menyediakan “Pojok Baca” yang sederhana namun penuh makna. Bahkan, kalau bisa bahan bacaaannya diperoleh melalui swadaya dari pegawai. Bagi warga binaan, ini sudah sejalan dengan program pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Lewat program pembinaan kepribadian, warga binaan pemasyarakatan didorong untuk membaca sekaligus memahami buku-buku keagamaan, hukum, kesadaran berbangsa serta pengetahuan lainnya. “Sehingga diharapkan akan muncul produk-produk tulisan warga binaan yang berkualitas yang dapat dinikmati dan diminati oleh masyarakat,” tambah Menteri Yasonna.

Reportase : Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2017-12-07 13:33:29)