Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

25 Mar 2017

Seminar Nasional Naskah Panji: Mempertahankan Warisan Budaya Kerajaan Kediri Melalui Preservasi Maha Karya Cerita Panji

Kediri, Jawa Timur-Salah satu warisan budaya bangsa Indonesa pada masa Kerajaan Kediri, adalah maha karya Cerita Panji. Hal ini sesuai dengan pendapat Poerbatjaraka bahwa setting sejarah Kisah Panji adalah berasal pada masa Kerajaan Kadiri di abad ke- 11 Masehi, dan merupakan cerminan dari kisah raja dan ratu Kadiri yang namanya tercantum dalam kakawin Smaradhahana karya Mpu Dharmaja. Cerita Panji telah diabadikan oleh para pujangga menjadi maha karya berupa naskah kuno yang terus dipertahankan dan dijaga kelestariannya di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pada tahun 2016 naskah Cerita Panji telah diusulkan pada register Memory of The World, sebagai warisan dunia.

Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI Ofy Sofiana dalam laporannya menjelaskan Perpustakaan Nasional mengadakan Seminar Nasional Naskah Panji dengan mengusung tema “Mempertahankan Warisan Budaya Kerajaan Kediri Melalui Preservasi Maha Karya Cerita Panji”. Pelaksanan Seminar diikuti oleh sekitar 200 peserta, yang terdiri dari Kepala SKPD, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Perguruan Tinggi, Sekolah, tokoh masyarakat dan para penggerak dan pemerhati cerita Panji yang diselenggarakan di Monumen Simpang Lima Gumul Kediri pada hari Sabtu (25/3). Seminar tersebut menghadirkan narasumber Keynote Speech: Wardiman Djojonegoro, Karsono H. Saputro (Dosen Fakultas Ilmu Budaya –Universitas Indonesia), R. Djoko Prakosa (Dosen STKW-Surabaya), Tri Handoyo (Ketua Padepokan Asmoro Bangun-Malang), Agus Bima Prayitna (Pemerhati dan Penggerak Budaya Panji), Arief Santoso (Ketua Liputan Berita –Jawa Pos). Ofy menerangkan adapun tujuan seminar adalah untuk: (1) Melestarikan dan mempertahankan agar cerita Panji mengakar dan menjadi jati diri masyarakat di Kediri; (2) Menggali nilai-nilai edukasi, filosofi, dan histori dalam cerita Panji; (3) Menumbuhkan cipta, rasa, dan karsa masyarakat agar ikut menjaga, melestarikan, dan mempertahankan Cerita Panji.

Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando dalam membuka acara menerangkan kebesaran kerajaan kediri pada zamannya. Luasnya pengaruh kerajaan kediri dari Papua Barat sampai dengan Madagaskar. Satu-satunya naskah kuno yang tersebar di dunia adalah naskah panji. Di negara Malaysia, Myanmar, Kamboja bahkan Thailand kurang lebih 500 naskah panji yang terhimpun. “Saat ini ada kecenderungan Thailand ingin mengakui bahwa naskah panji adalah milik mereka. Namun demikian Indonesia didukung oleh Inggris yang memiliki naskah panji dari Indonesia sebanyak 200 naskah dan di Belanda seanyak 150 naskah” ujar Syarif. Esensi dari naskah panji adalah sebagai pendorong semangat juga menimbulkan kreatifitas dimana generasi muda lah yang menafsirkan cerita panji berikutnya. Selanjutnya Syarif menyampaikan bahwa pada tahun 2017 status perpustakaan di Indonesia meningkat dari Badan menjadi Dinas sesuai dengan mandat UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dimana dalam PP No. 18 Tahun 2016 yang memuat ketentuan-ketentuan dalam pembentukan satuan kerja perangkat daerah, jenis, kriteria tipelogi, hingga pada kedudukan tugas dan fungsi Perangkat Daerah. “Perpustakaan Nasional mengharap sekali kerjasama yang baik dari semua pihak bukan hanya di kediri tetapi Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk melestarikan naskah panji sebagai Memory of The World”, tutup Syarif.

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menerangkan bahwa Panji merupakan salah satu kekayaan luhur bangsa Indonesia yang keberadaannya cukup mengakar dalam ingatan sebagian masyarakat di Nusantara. Kehadiran cerita panji dalam masyarakat tentunya tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Kediri yang menjadi bagian didalamnya. Hal inilah yang membuat suatu keterikatan emosional antara panji dengan Kediri. Pemerintah kabupaten Kediri dan masyarakat bertekat bersama-sama melestarikan budaya panji sebagai jatidiri yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. Pengembangan dan pelestarian kebudayaan daerah merupakan bagian penting dalam pembangunan kabupaten Kediri secara menyeluruh. Sejalan dengan kebijakan pemerintah kabupaten Kediri dalam rangka mengemban misi untuk melanjutkan pembangunan kepariwisataan dan kebudayaan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan melestarikan kebudayaan daerah. Upaya pemerintah kabupaten Kediri melestarikan budaya Panji tentunya sesuai kapasitas dan kewenangannya. Usaha pelestarian yang dilakukan yaitu menghimpun potensi budaya Panji untuk dikembangkan sehingga manfaat dalam memberi nilai edukasi dan apresiasi khususnya bagi masyarakat kabupaten Kediri. Panji saat ini menjadi warisan budaya multi kultural yang tersebar melewati batas-batas geografis dan berkembang bersama kebudayaan setempat melalui kearifan budaya lokalnya sehingga dapat dikatakan budaya Panji menjadi inspirasi bagi budaya-budaya lainnya untuk maju dan berkembang bersama. “Pemerintah Kediri mendukung sepenuhnya kegiatan Perpustakaan Nasional RI dalam rangka mengusung cerita Panji sebagai memori ingatan dunia” tegas Haryanti.

Masih dalam rangkaian peringatan Prosesi Hari Jadi KabupatenKediri ke 1213 pada hari Minggu (26/3) di depan terminal Gumul, Kepala Perpusnas RI Muh. Syarif Bando mengikuti peresmian Taman Hijau SLG dan menyaksikan penampilan Tari Masal Greget Jaranan Alit yang diikuti oleh 1213 penari. Dalam acara tersebut Kaperpusnas RI menyerahkan secara simbolis naskah cerita panji dalam bentuk digital kepada Bupati Kediri.

 

Reportase: Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2017-09-20 22:46:12)