|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

15 May 2017

HUT ke -37 Perpusnas : Kepala Perpusnas Buka Perpusnas Expo 2017

Salemba, Jakarta—Tabuhan gendang oleh Kepala Perpusnas Muh. Syarif Bando didampingi Sekretaris Utama Dedi Junaedi, dan para Deputi menandai secara resmi dibukanya pameran Perpusnas Expo dalam rangka hari ulang tahun Perpustakaan Nasional ke-37, Senin, (15/5).

Dalam sambutannya Kepala Perpusnas betapa pentingnya perpustakaan dalam menjaga dan melestarikan suatu peradaban. Masyarakat bukan masyarakat yang berbudaya baca rendah. “Melainkan hanya ketersediaan bahan bacaan saja yang kurang,” terang Muh. Syarif Bando saat membuka Perpusnas Expo 2017. Di samping ketersediaan bahan bacaan yang kurang, karakteristik demografi Indonesia juga menjadi kendala kenapa minat baca masyarakat begitu rendah.

Membangun manusia seutuhnya bukan hanya membangun fisik tapi juga membangun peradaban. Peradaban dihasilkan melalui proses kerja keras, kreativitas dan inovasi tanpa henti. Perpustakaan sebagai penggerak perubahan memunculkan potensi perpustakaan yang tidak hanya sebagai pusat belajar tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perpustakaan harus menjadi aktor utama dalam menggerakkan perubahan. Koleksi yang dimiliki perpustakaan adalah kekayaan (aset) yang pemanfaatannya bisa dimaksimalkan oleh pemustaka dan masyarakat. “Keberadaan perpustakaan harus mampu menciptakan ruang-ruang kreatif, daya imajinasi yang luas, dan kemauan mengasah potensi diri,”

Semarak Perpusnas EXPO digelar selama sepekan (15-19 Mei) diramaikan oleh sejumlah pameran perpustakaan dari K/L dan Kedubes, peluncuran situs web tokoh perfilman nasional Rima Melati dan Imam Tantowi, bedah buku karya Bung Karno “Di Bawah Bendera Revolusi” bersama Rachmawati Soekarnoputri, bedah buku kajian ide dan gagasan Bung Hatta bersama Meutia Hatta, talkhsow tentang Hak Cipta bersama Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kemenkumham, dan diskusi perfilman Indonesia, talkshow bersama pegiat literasi Nila Tanzil, bedah novel karya Kirana Kejora, workshop fotografi, pertunjukkan kesenian tradisional, pasar buku sastra, ragam perlombaan edukatif, festival kuliner, bazaar multi produk, dan hiburan musik jalanan.

 

Reportase : Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2017-09-20 22:34:27)