|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  


Kuliner Sumatra Utara [: harmoni rasa diterpa alunan gondang dalam indahnya alam semesta]

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2021 [Buku Digital]
Penulis : Murdijati Gardjito

Sumatra Utara yang sarat akan keindahan alam dan ragam suku bangsa yang mendiaminya turut menambah kekayaan Indonesia. Kehadiran suku Batak yang terdiri atas suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Simalungun, dan Batak Pakpak, serta suku Melayu dan suku Nias yang budaya dan agamanya berbeda telah mampu mewariskan upacara adat yang diwarnai dengan ragam sajian kuliner khasnya yang sangat bervariasi pula. Misalnya saja Cipera, masakan sejenis gulai ayam dengan kuah yang sangat kental karena penambahan tepung jagung medan. Selain itu juga Na Ni Ura, sashimi khasnya suku Batak Toba. Ada pula daun Ubi Tumbuk, makanan khas suku Batak yang jarang absen dalam sajian masakan sehari-hari. Sajian lain seperti Bubur Lambuk, Nasi Minyak, Rendang Putih, dan Anyang Umbut Pisang khas suku Melayu, serta Tamböyö, Boboto, dan Kinobo milik suku Nias pun tak kalah nikmatnya. Deretan makanan lezat ini juga turut mewarnai kekhasan Sumatra Utara, seperti Mi Kocok Medan, Mi Sop Medan, Nasi Kentut, Gantalan, Gulai Korma Kambing, Kikil Masak Kecombrang, dan Soto Udang Tebing. Semua itu diuraikan cerita dan cara membuatnya dalam buku ini. Uraian tradisi terkait daur hidup dan kegiatan dalam masyarakat yang penuh makna, sungguh sangat menarik untuk dilestarikan. Warisan kuliner Sumatra Utara sebagai salah satu suku besar di Indonesia pun perlu dikenal oleh khalayak luas sehingga mampu menjadi tiang yang menopang pembangunan masyarakat daerah Sumatra Utara pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Kuliner Sumatera Utara tak hanya beragam, namun juga unik, sehingga menarik para pencinta kuliner untuk datang dan mencicipi masakannya. Salah satu masakan uniknya adalah nasi Kentut. Bukan karena baunya seperti kentut, namun karena masakan ini dibungkus dengan daun kentut hingga menghasilkan aroma yang khas dan menggugah selera. Ada pula spageti khas Batak yang bernama mie gomak, juga sashimi ala Batak, na niura, Jika suka dengan makanan yang sedikit ekstrem, ada kidu, ulat atau larva biasanya dimasak arsik dan pagit-pagit yang merupakan soto asal Tanah Karo, kuanya menggunakan kaldu dari sari rumput yang ada pada lambung pertama Sapi.

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Medan tanpa mencicpi Durian Medan yang kelezatannya sudah sangat terkenal. Aneka produk durian pun dapat dibawa pulang sebagai buah tangan seperti cake durian atau pancake durian yang semakin dicintai penikmat kuliner nusantara khususnya Sumatra Utara. Makanan, menurut masyarakat Sumatra Utara selain sebagai pemenuh kebutuhan pokok juga memiliki arti penting pada upacara-upacara adat yang dilaksanakan. Misalnya saja pelleng yang memiliki unsur spritualitas tinggi, nasi lemak simbol dari kekayaan marteri yang dimiliki sang pemangku hajat, adapula kudapan seperti itiak gurgur yang memiliki makna sebagai makanan pemberi samangat.



Diunggah oleh sigit (2021-11-22)