|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  


Wanita Indonesia diburu Yakuza di Nagoya

Penerbit : TEMPO Publishing
Tahun : 2021
Penulis : Pusat Data dan Analisa Tempo

Terdapat banyak kisah wanita-wanita Indonesia yang mempunyai lika-liku di jaringan Prostitusi Jepang. Berawal dari iming-iming pekerjaan sebagai artis (entertainer) di Jepang, banyak wanita yang terjerat dengan mudahnya oleh pekerjaan yang ditawarkan dengan bayaran yang tinggi. Jika hemat, wanita tersebut dapat membawa pulang uang sebesar Rp. 65 juta dalam waktu 6 bulan. Namun yang manis hanyalah kata di bibir. Beberapa wanita yang pulang dari Jepang mengaku tertipu. Jam kerja yang dijalankan jauh lebih berat dari yang dijanjikan. Uang yang dijanjikan pun baru bisa didapat setelah 6 bulan bekerja dengan susah payah. Tak ada cara lain selain kabur, dengan perasaan takut dan terlunta-lunta dalam masa kaburnya, sang wanita itupun dicari Yakuza. Beruntung wanita itu masih bsia selamat sampai ke Indonesia, namun masih ada ratusan wanita yang terlunta-lunta bernasib sama masih berkeliaran di seluruh penjuru Jepang.

Bisnis prostitusi yang terjadi di Jepang terus berlangsung meski secara legal dari tahun 1958 ada pengharaman segala macam bentuk prostitusi melalui undang-undang Antiprostitusi. Namun, kenyataannya menunjukkan bisnis Prostitusi aman-aman saja setiap hari di bawah perlindungan Undang-undang Bisnis Hiburan dan dibawah perlindungan Yakuza Jepang. Garis waktu perjalanan anggota Yakuza Jepang, mulai dari tahun 1983 di awal cerita mengindikasikan ada campur tangan Yakuza di industri esek-esek Jepang tersebut.

 

Oleh : Karin Faizah Tauristy - 199105102019022002



Diunggah oleh karin (2021-11-19)