Ekosistem Naskah Kuno di Sumatra Barat Semakin Kuat

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jakarta - Sebaran naskah kuno di Sumatra Barat diperkirakan akan bertambah karena perkembangan ekosistem naskah kuno di Sumatra Barat yang semakin kuat. 

 

Demikian disampaikan Pramono, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Sumatera Barat saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2024 yang digelar di Jakarta.

 

Sejak mei 2024, naskah kuno yang berhasil ditemukan mencapai 1.235 naskah. Jumlah tersebut bertambah secara signifikan selama empat tahun terakhir dengan adanya program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA).

 

“Melalui program DREAMSEA dari 2019 sampai 2023, naskah kuno atau manuskrip yang berhasil kami kumpulkan sejumlah 653 naskah. Berhasil digitalisasi dengan total 93.138 gambar,” ungkap Pramono.

 

Pramono melanjutkan, digitalisasi naskah kuno ini perlu dilakukan untuk melestarikan naskah kuno yang secara fisik kian rapuh dimakan usia. Naskah kuno yang telah didigitalisasi dan diterjemahkan kemudian diunggah pada website yang bisa diakses oleh berbagai kalangan, sehingga masyarakat dapat melihat dan mengetahui lebih dalam potret masa silam melalui naskah kuno tersebut.

 

Upaya penyelamatan naskah kuno juga dilakukan melalui restorasi fisik naskah. Pada tahun 2010, Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbar bekerja sama dengan Perpusnas berhasil merestorasi 40 manuskrip di Surau Paseban. 

 

“Naskah kuno yang ada di Surau Paseban termasuk naskah yang kondisinya sampai sekarang cukup baik. Terima kasih atas jasa baik Perpusnas yang saat itu membantu proses restorasi naskah kuno di Surau Paseban,” imbuh Pramono.

 

Lebih lanjut Pramono menegaskan, pelestarian dan pengembangan naskah kuno perlu melibatkan sinergitas komunitas dan pemangku kebijakan dengan melibatkan diri dan ikut berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan khazanah naskah kuno.

 

“Pengembangan dan pemanfaatan naskah kuno saat ini sudah terbukti bisa menunjang kemajuan industri kreatif. Terbukti dari pelaku UMKM di bidang fashion, khususnya bermacam corak batik yang mereka contoh dari hasil iluminasi naskah kuno,” imbuh Pramono.

 

Salah satu wujud nyata dari upaya penguatan naskah kuno di Sumbar adalah terpilihnya naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol menjadi salah satu dari tiga warisan dokumenter Indonesia yang terpilih menjadi Memory of The World for Asia and Pacific oleh UNESCO pada Rabu, (8/5/2024) di Ulaanbaatar, Mongolia.

 

“Tentu saja naskah-naskah lain di Sumbar masih banyak yang berpotensi sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) maupun Memory of The World untuk kita daftarkan, misalnya naskah yang berkaitan dengan matrilineal dan kebencanaan,” pungkas Pramono.



Reporter: Gilang Arwin Saputri

Fotografer: Alfiyan Tarikh

 

 

PerpusnasPerpustakaan NasionalBuku TerbaruPerpusnas RIPerpustakaan Nasional Republik IndonesiaKoleksi Digital

Hak Cipta 2022 © Perpusnas Republik Indonesia

Jumlah pengunjung: NaN