|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Artikel dan Opini

Beranda / Aktivitas

21 May 2021

Berlomba-lomba beramal baik dalam perkara akhirat

Sebagaimana yang telah kita ketahui, kampung akhirat ialah tempat kembali yang sesungguhnya bagi umat manusia. Kita dianjurkan untuk memikirkan tempat kembali yang sesungguhnya dari pada memikirkan dunia yang hanya sementara. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menerangkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, seperti:

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (Luqmaan: 33)

Allah juga berfirman,

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185)

Allah juga berfirman,

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al Hadid: 20)

Allah mengingatkan manusia akan sifat dunia yang hanya sementara pada ayat-ayat tersebut agar kita tidak terlena dengan kesenangan yang sebentar itu dan tetap fokus pada tujuan sebenarnya yaitu kampung akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun mengingatkan umatnya seperti yang dikisahkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku seraya bersabda: ”Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau pengembara”. Maka Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menyatakan: “Jika engkau berada di sore hari janganlah engkau menunggu datangnya esok hari. Jika engkau berada di pagi hari, janganlah engkau menunggu datangnya sore hari. Pergunakanlah masa sehatmu untuk menghadapi masa sakitmu, dan masa hidupmu untuk menghadapi masa kematianmu.” (HR. Al Bukhari).

Sebagaimana pengembara ia tidak akan menetap lama di suatu tempat persinggahannya melainkan istirahat sebentar lalu pergi lagi menuju tempat utama yang Ia tuju. Kita pun sebagai manusia haruslah demikian, kita jangan sampai sibuk dengan dunia atau mengumpulkan harta untuk kesenangan dunia saja yang sifatnya hanya sementara. Bahkan dulu para sahabat berlomba-lomba dalam beramal baik untuk akhiratnya, ada yang berlomba untuk mati syahid, ada yang berlomba bersedekah, dan lain sebagainya.

Allah Ta’ala berfirman,

laknya dari kasturi.
Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
(QS. Al Muthaffifin [83]: 26)

Allah sangat ingin hambanya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan bukan malah berlomba-lomba menumpuk harta untuk dunia saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau bersabda, “Wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja? ” (HR. Muslim no. 2958)

Jadi penulis ingin mengingatkan diri penulis pribadi mulai dari sekarang yuk kita mulai berlomba-lomba dalam amal kebaikan untuk mengumpulkan bekal kita di kampung yang sesungguhnya yaitu akhirat.



Diunggah oleh ferdy (2021-06-14 12:46:10)

Artikel dan Opini Lainnya