Cari

English

Detail Berita Pustaka

Babad Diponegoro tercatat dalam program Ingatan Dunia ( Memory Of the World) UNESCO

21 Juni 2013, (Jum'at)

Pada hari Kamis, tanggal 20 Juni 2013 kemarin, UNESCO secara resmi mengumumkan bahwa dua naskah kuna koleksi Perpustakaan Nasional tercatat sebagai Ingatan Dunia (Memory Of the World). Kedua naskah tersebut adalah Babad Diponegoro (http://www.unesco.org/new/fileadmin/MULTIMEDIA/HQ/CI/CI/pdf/mow/indonesia_netherlands_babad_diponegoro.pdf) dan Negarakertagama (http://www.unesco.org/new/fileadmin/MULTIMEDIA/HQ/CI/CI/pdf/mow/nomination_forms/indonesia_nagarakretagama.pdf).

Negarakertagama, karya Empu Prapanca, sudah terlebih dahulu diajukan ke Unesco dan telah diterima (tahun 2005) sebagai MOW untuk Asia-Pasifik. Baru sekarang, naskah yang memuat kisah kebesaran Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada dinaikkan posisinya ke tingkat dunia.

Babad Diponegoro diajukan secara bersama antara Perpustakaan Nasional RI dan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV), lembaga yang bergerak dalam bidang bahasa, pemerintahan dan kebudayaan milik Kerajaan Belanda. Pengajuan bersama ini dimungkinkan karena salinan naskah Babad Diponegoro yang ditulis menggunakan aksara Pegon (aksara Arab gundul) tersimpan di Perpustakaan Nasional, sedangkan yang ditulis dalam aksara Jawa tersimpan di Belanda. Naskah aslinya, yang merupakan catatan pribadi yang ditulis oleh Pangeran Diponegoro sendiri, sudah tidak ditemukan.

Babad Diponegoro telah diajukan sebagai Ingatan Dunia pada tahun 2011, tetapi dikembalikan untuk dilengkapi. Setelah dokumen-dokumen pendukung yang tersimpan di berbagai lembaga dapat dikumpulkan, naskah tersebut kembali diajukan ke UNESCO dan, pada tahun ini, berhasil masuk dalam register. Sebagian besar dokumen pendukung tersebut pernah dijadikan rujukan oleh seorang peneliti, Peter Carey, yang tertarik dengan biografi Pangeran Diponegoro. Hasil penelitian yang memakan waktu sekitar 30 tahun itu dituangkan dalam tulisannya, berbentuk biografi Diponegoro, berjudul Power of Prophecy (Kuasa Ramalan). Peluncuran buku tersebut dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan Nasional pada tanggal 12 April 2012 (http://www.pnri.go.id/BeritaAdd.aspx?id=19)

Untuk dapat diajukan sebagai Memory Of the World, dokumen sejarah harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya: asli, mempunyai dampak nasional, dan mempunyai dampak internasional.

Sumber: Dina Isyanti

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs