Cari

English

Detail Berita Pustaka

Perpusnas Ikut Serta Pameran IFLA WILC 2013

18 Agustus 2013, (Sunday)

SINGAPURA – Perpustakaan Nasional RI untuk pertama kalinya berpartisipasi sebagai peserta pameran tingkat internasional yang merupakan bagian dari rangkaian acara The International Federation of Library Associations and Institutions World Library and Information Congress (IFLA WILC) 2013.

Perhelatan tahunan akbar asosiasi pustakawan sedunia ini diselenggarakan dari 17 hingga 23 Agustus 2013 dan berlokasi di Suntec Convention and Exhibition Center, Singapura.

Ketua tim pameran dari Perpusnas, Lucya Dhamayanti menjelaskan bahwa pada pameran ini kami mengusung tema Learning the Past for a Better Future. “Maksudnya adalah, melalui pemikiran-pemikiran orang Indonesia yang dituangkan dalam tulisan pada abad-abad yang lalu, kita bisa memperoleh informasi untuk memecahkan hal-hal yang aktual pada masa kini”, tambahnya.

Terdapat 17 buah naskah kuno yang dipamerkan, terbagi ke dalam enam topik bahasan yaitu, religion and believe, state system and government, traditional medication and culture, traditional architecture and urban planning, food agriculture, dan astronomy. Naskah terbuat dari media kertas eropa, daun lontar, kulit kayu, dan bambu. Selain itu, Perpusnas juga memamerkan hasil penelitian tentang naskah-naskah kuno tersebut.
Koleksi asli yang dibawa adalah 2 buah naskah dari daun lontar, 10 buah buku langka, serta beberapa buku baru.

Antusiasme peserta kongres yang menghadiri pembukaan pameran pada 18 Agustus 2013 begitu tinggi terhadap materi pameran yang digelar Perpusnas. Tak kurang dari dari 350 orang dari berbagai negara berkunjung dalam waktu 3 jam setelah secara resmi dibuka.

Bilik pameran berukuran 3x3 meter didesain bernuansa batik yang dilengkapi dengan wayang kulit dan payung tradisional bali. Agar lebih informatif, disediakan katalog pameran dalam bentuk elektronik yang interaktif dan berbasis multimedia, disamping bentuk tercetak sebagaimana biasa.

Salah seorang pengunjung dari Amerika Serikat, Birdie Maclemman, menilai desain bilik pameran Perpusnas sangat menarik dengan nuansa tradisional, dan katalog pameran berbasis multimedia yang disediakan cukup atraktif sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengunjung untuk mengetahui bentuk fisik dan isi dari naskah kuno walaupun dokumen aslinya tidak dapat dibawa ke ruang pameran.

Keikutsertaan Perpusnas di ajang pameran internasional ini didukung oleh tim yang terdiri dari pustakawan, kurator, serta staf teknologi informasi, yang mempersiapkan segala sesuatunya dalam waktu 5 bulan.

Lucya berharap melalui pameran ini para pustakawan di level internasional dan masyarakat dunia pada umumnya dapat lebih mengenal koleksi dan kegiatan yang dilakukan oleh Perpusnas.

Sumber: Aristianto Hakim

Foto Terkait

Berita Lainya


Unduh dalam bentuk:
     
Berbagi (share) ke teman/sahabat/rekan/keluarga melalui :
Pemutakhiran Situs